Basic Concept : Analisa Perilaku Pelaku Pasar
Analisa perilaku pelaku pasar
bertujuan untuk melihat kecenderungan transaksi apa yang sedang mendominasi
pasar dan target yang mungkin menjadi tujuan dari pergerakan tersebut berdasarkan
konsep transaksi dua arah yang berlaku di Pasar Mata Uang. Konsep transaksi
dua arah yang berlaku di pasar mata uang berlaku dalam nilai absolute tetap
artinya ketika transaksi pada sebuah volume tertentu dilakukan dan ketika
transaksi dengan volume tersebut tersebut dilepaskan kembali maka nilai
absolute perubahan yang terjadi pada nilai tukarnya adalah sama atau sebanding (KG
Laws). Dengan kata lain dapat kita katakan bahwa ketika transaksi dengan volume
‘V’ dilakukan maka nilai tukar akan bergerak sejauh ‘X’, dan ketika transaksi
dengan volume ‘V’ ini dilepaskan kembali maka nilai tukar akan kembali bergerak
sejauh ‘X’ dengan arah yang berlawanan dari geraknya semula atau kembali ke
nilai tukar awal sebelum transaksi dilakukan. Asumsinya tentu saja hal ini
hanya berlaku jika tidak ada transaksi lain yang terjadi selama transaksi
dengan volume ‘V’ ini dilakukan. Kaidah inilah yang membedakan mekanisme
pergerakan nilai tukar mata uang jika dibandingkan dengan
perdagangan-perdagangan lainnya.
Dalam analisa perilaku pelaku pasar kita akan memanfaatkan konsep ini untuk mengamati dan membuat prediksi yang mungkin akan menjadi tujuan atau target dari pergerakan nilai tukar mata uang yang sedang berlangsung. Tetapi kesulitannya adalah bahwa keadaan sesungguhnya yang terjadi di Pasar mata Uang tidaklah se-ideal keadaan di mana kita dapat melihat konsep ini berlaku dengan sempurna. Mengapa? Karena transaksi-transaksi yang terjadi di pasar mata uang pada kenyataannya berlangsung secara terus-menerus bahkan dengan volume transaksi yang juga berbeda-beda dari waktu ke waktu, dan celakanya kita juga tidak pernah tahu kapan transaksi-transaksi tersebut dilakukan maupun kapan transaksi-transaksi tersebut dilepaskan kembali. Melihat kenyataan ini maka pendekatan terbaik yang dapat kita lakukan agar kita dapat menggunakan konsep ini untuk mengamati dan memprediksi target atau tujuan dari pergerakan nilai tukar yang sedang terjadi adalah dengan menentukan ‘titik awal’ nilai tukar yang akan kita gunakan sebagai basis atau batas awal dari perhitungan nilai absolute perubahan nilai tukar yang akan kita lakukan.
Penentuan titik awal nilai tukar mata uang yang akan kita jadikan batas awal ini kita lakukan dengan mencari level nilai tukar di mana transaksi paling banyak dilakukan dalam suatu periode waktu tertentu. Metoda yang kita gunakan untuk menentukan di mana level nilai tukar transaksi terbanyak ini terjadi kita lakukan dengan metoda perhitungan Modus. Jadi level nilai tukar di mana transaksi terbanyak terjadi ini lah yang nantinya akan kita jadikan sebagai ‘Titik Awal’ dari pengamatan nilai absolute perubahan nilai tukar yang akan kita amati. Periode waktu yang akan kita gunakan sepenuhnya tergantung pada kita sebagai pengamat, tetapi untuk dapat melihat perilaku pelaku pasar secara spesifik di setiap Market Utama maka sebaiknya perhitungan level nilai tukar di mana transaksi terbanyak terjadi juga dilakukan di setiap range atau periode waktu selama Market-Market Utama tersebut beroperasi. Dengan mengetahui di mana “Titik Awal” di setiap session market berada baik yang sudah terjadi maupun yang sedang berlangsung, maka kita dapat dengan mudah melihat secara terpisah bagaimana pengaruh perilaku-perilaku pelaku pasar di setiap session market dalam hubungannya dengan pergerakan nilai tukar yang terjadi secara keseluruhan.
Dalam analisa perilaku pelaku pasar kita akan memanfaatkan konsep ini untuk mengamati dan membuat prediksi yang mungkin akan menjadi tujuan atau target dari pergerakan nilai tukar mata uang yang sedang berlangsung. Tetapi kesulitannya adalah bahwa keadaan sesungguhnya yang terjadi di Pasar mata Uang tidaklah se-ideal keadaan di mana kita dapat melihat konsep ini berlaku dengan sempurna. Mengapa? Karena transaksi-transaksi yang terjadi di pasar mata uang pada kenyataannya berlangsung secara terus-menerus bahkan dengan volume transaksi yang juga berbeda-beda dari waktu ke waktu, dan celakanya kita juga tidak pernah tahu kapan transaksi-transaksi tersebut dilakukan maupun kapan transaksi-transaksi tersebut dilepaskan kembali. Melihat kenyataan ini maka pendekatan terbaik yang dapat kita lakukan agar kita dapat menggunakan konsep ini untuk mengamati dan memprediksi target atau tujuan dari pergerakan nilai tukar yang sedang terjadi adalah dengan menentukan ‘titik awal’ nilai tukar yang akan kita gunakan sebagai basis atau batas awal dari perhitungan nilai absolute perubahan nilai tukar yang akan kita lakukan.
Penentuan titik awal nilai tukar mata uang yang akan kita jadikan batas awal ini kita lakukan dengan mencari level nilai tukar di mana transaksi paling banyak dilakukan dalam suatu periode waktu tertentu. Metoda yang kita gunakan untuk menentukan di mana level nilai tukar transaksi terbanyak ini terjadi kita lakukan dengan metoda perhitungan Modus. Jadi level nilai tukar di mana transaksi terbanyak terjadi ini lah yang nantinya akan kita jadikan sebagai ‘Titik Awal’ dari pengamatan nilai absolute perubahan nilai tukar yang akan kita amati. Periode waktu yang akan kita gunakan sepenuhnya tergantung pada kita sebagai pengamat, tetapi untuk dapat melihat perilaku pelaku pasar secara spesifik di setiap Market Utama maka sebaiknya perhitungan level nilai tukar di mana transaksi terbanyak terjadi juga dilakukan di setiap range atau periode waktu selama Market-Market Utama tersebut beroperasi. Dengan mengetahui di mana “Titik Awal” di setiap session market berada baik yang sudah terjadi maupun yang sedang berlangsung, maka kita dapat dengan mudah melihat secara terpisah bagaimana pengaruh perilaku-perilaku pelaku pasar di setiap session market dalam hubungannya dengan pergerakan nilai tukar yang terjadi secara keseluruhan.
__________________
Indicator _KG_Session_RDLv1.1.mq4
adalah indicator yang kita gunakan untuk memudahkan kita mengamati di mana saja
transaksi-transaksi terbanyak terjadi di 4 session Market Utama yaitu Sydney,
Tokyo, London dan New York (Anda bisa download di bagian indicator).
Level-level berupa garis dengan warna-warna yang berbeda-beda seperti terlihat
pada gambar di bawah menunjukkan di mana level-level transaksi terbanyak yang
terjadi di setiap session berada.

Seperti
anda bisa lihat pada gambar di atas garis kuning menunjukkan
transaksi-transaksi terbanyak di session Tokyo, garis biru session Sydney,
garis hijau session London dan garis merah session New York. Sekilas dengan
cepat kita bisa mengetahui di mana saja level-level tersebut berada kan? Jadi
indicator bukan sebuah “kehinaan” lah untuk kita gunakan hehehehe (lagi sebel
ama yang anti indicator).
Nah selanjutnya bagaimana kita memanfaatkan level-level ini untuk analisa perilaku pelaku pasar? Kuncinya analisa kita lakukan per session market artinya kita membaca perilaku pelaku pasar di setiap session berdasarkan pergerakan nilai tukar mata uang yang terjadi saat ini terhadap level transaksi terbanyak session yang sama sebelumnya dan level transaksi terbanyak di session yang sedang berjalan. Pada gambar di atas saya meletakkan garis horizontal kuning putus-putus pada RDL level di session Tokyo yang terjadi hari Jum’at dan pada RDL level session Tokyo yang sedang terjadi saat ini saya tandai dengan tanda ‘check’ warna orange. Dengan melihat posisi nilai tukar saat ini jika dibandingkan dengan posisi level RDL session Tokyo Jum’at (garis kuning putus-putus) maka kita tahu bahwa nilai tukar berada jauh di atas RDL session Tokyo jum’at. Sekarang kita amati posisi nilai tukar saat Tokyo Close hari jum’at tersebut, ternyata saat hari jum’at sebelum market Tokyo Close nilai tukar berada di atas RDL session Tokyo Jum’at artinya kita tahu bahwa sebelum market Close traders Tokyo mayoritas membuka posisi Buy di GBPUSD.
Nah, sekarang coba kita berpikir sebagai traders Tokyo deh. Apa yang ada di benak kita saat melihat harga senin pagi ketika kita mengetahui posisi nilai tukar berada jauh di atas sedangkan di hari jum’at sebelumnya kita sudah membuka posisi Buy? Seneng, jingkrak-jingkrak dan minum sake kali yah? Hehehehehehe Gak gitu kali yah… Nah, yang pasti melihat kondisi ini hanya akan ada dua kemungkinan yang dilakukan para traders Tokyo yaitu menahan posisinya saat ini atau melepaskan posisi Buy nya untuk Profit Taking. Tugas kita adalah mengamati pergerakan nilai tukar untuk melihat kecenderungan mana yang akan dilakukan para traders Tokyo ini. Disinilah fungsinya indicator-indicator pengarah, batas-batas statis, pola pergerakan nilai tukar di block data, kondisi pergerakan nilai tukar mata uang etc untuk membantu kita mendeteksi sedini mungkin pilihan apa yang kira-kira akan di ambil oleh mayoritas traders Tokyo menyikapi keadaan nilai tukar mata uang di posisinya saat ini.
Nah selanjutnya bagaimana kita memanfaatkan level-level ini untuk analisa perilaku pelaku pasar? Kuncinya analisa kita lakukan per session market artinya kita membaca perilaku pelaku pasar di setiap session berdasarkan pergerakan nilai tukar mata uang yang terjadi saat ini terhadap level transaksi terbanyak session yang sama sebelumnya dan level transaksi terbanyak di session yang sedang berjalan. Pada gambar di atas saya meletakkan garis horizontal kuning putus-putus pada RDL level di session Tokyo yang terjadi hari Jum’at dan pada RDL level session Tokyo yang sedang terjadi saat ini saya tandai dengan tanda ‘check’ warna orange. Dengan melihat posisi nilai tukar saat ini jika dibandingkan dengan posisi level RDL session Tokyo Jum’at (garis kuning putus-putus) maka kita tahu bahwa nilai tukar berada jauh di atas RDL session Tokyo jum’at. Sekarang kita amati posisi nilai tukar saat Tokyo Close hari jum’at tersebut, ternyata saat hari jum’at sebelum market Tokyo Close nilai tukar berada di atas RDL session Tokyo Jum’at artinya kita tahu bahwa sebelum market Close traders Tokyo mayoritas membuka posisi Buy di GBPUSD.
Nah, sekarang coba kita berpikir sebagai traders Tokyo deh. Apa yang ada di benak kita saat melihat harga senin pagi ketika kita mengetahui posisi nilai tukar berada jauh di atas sedangkan di hari jum’at sebelumnya kita sudah membuka posisi Buy? Seneng, jingkrak-jingkrak dan minum sake kali yah? Hehehehehehe Gak gitu kali yah… Nah, yang pasti melihat kondisi ini hanya akan ada dua kemungkinan yang dilakukan para traders Tokyo yaitu menahan posisinya saat ini atau melepaskan posisi Buy nya untuk Profit Taking. Tugas kita adalah mengamati pergerakan nilai tukar untuk melihat kecenderungan mana yang akan dilakukan para traders Tokyo ini. Disinilah fungsinya indicator-indicator pengarah, batas-batas statis, pola pergerakan nilai tukar di block data, kondisi pergerakan nilai tukar mata uang etc untuk membantu kita mendeteksi sedini mungkin pilihan apa yang kira-kira akan di ambil oleh mayoritas traders Tokyo menyikapi keadaan nilai tukar mata uang di posisinya saat ini.